Sejauh Apa Perjalanan Tulisanmu Menjadi Buku?

Setelah mengirimkan tulisan untuk diterbitkan, pihak penerbitan akan meminta penulis untuk menunggu sampai proses penerbitan selesai. Lamanya proses pada setiap penerbitan tentu tidak sama, tergantung ketetapan masing-masing. Bagi kalian yang pernah mengalami, pernahkan terpikir akan diapakan tulisan yang sudah kalian kirim?

Naskah yang sudah diterima selanjutnya akan masuk ke proses penerbitan. Proses tersebut cukup panjang sebelum akhirnya menjadi sebuah buku yang siap dibaca secara massal. Proses apa saja yang dilalui tulisan kalian? Mari kita bahas satu per satu mulai dari persiapan sampai terwujudnya buku secara fisik.

  1. Persiapan Naskah

Persiapan naskah adalah langkah pertama dalam proses penerbitan. Pada proses ini, naskah akan dipersiapkan sesuai fasilitas yang kalian ambil. Misalnya kalian mengambil paket yang lengkap, maka pada proses ini akan dilakukan editing, layout, dan mendesain gambar sampul.

Tahap yang pertama adalah editing atau biasa dikenal dengan penyuntingan naskah. Jika naskah berbahasa Indonesia, maka akan disesuaikan dengan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Penyuntingan meliputi tanda baca, kata baku dan tidak baku, huruf kapital, ketepatan atau efektivitas kalimat, dan beberapa hal yang mempengaruhi kerapian tulisan untuk dibaca. Dalam tingkatan yang lebih tinggi, penyuntingan juga membuang kalimat atau bagian yang tidak relevan.

Setelah penyuntingan selesai, selanjutnya adalah proses layout. Layout dapat diartikan sebagai mengatur tata letak isi buku. Pada proses ini diatur ukuran halaman yang diinginkan, misalnya A4, A5, unesco, atau ukuran lain. Setelah mengatur ukuran halaman, selanjutnya mengatur jenis dan ukuran huruf, menambahkan simbol atau ornamen sesuai isi buku, serta merapikan tampilan secara keseluruhan.

Sambil berjalannya proses edting dan layout, juga dibuatkan desain untuk sampul buku. Proses pembuatan sampul buku memakan waktu yang cukup lama. Desainer harus menyesuaikan gambar apa yang sesuai dengan naskah kalian. Proses pengerjaannya juga harus teliti dan telaten. Proses editing, layout, dan pembuatan sampul buku biasanya memakan waktu hingga dua minggu atau lebih. Setelah ketiga proses tersebut selesai, maka naskah akan masuk pada proses selanjutnya.

  • Pengajuan Identitas Buku

Setelah naskah siap, proses penerbitan selanjutnya adalah mengajukan identitas buku. Sebelumnya kita kenal berupa ISBN (International Standard Book Number). ISBN adalah kode yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional berupa 13 digit angka unik sebagai identitas buku. Belakangan ini tidak semua jenis buku dapat diajukan ISBN. Namun, buku dapat menggunakan QRCBN yang fungsinya sama dengan ISBN. Khusus buku ber-ISBN, penerbit wajib menyerahkan dua eksemplar untuk Perpustakaan Nasional dan satu eksemplar untuk Perpustakaan Daerah sebagai bukti terbit.

  • Percetakan

Setelah buku mendapatkan identitas, baik ISBN maupun QRCBN, maka proses penerbitan sebenarnya sudah selesai. Agar buku dapat dibaca secara fisik, maka buku harus dicetak terlebih dahulu. Dalam proses percetakan secara umum, ada beberapa tahapan yang dilalui, meliputi pencetakan isi buku, pemotongan, penjilidan, dan finishing (wraping). Untuk memastikan kualitas, biasanya akan dilakukan quality control terlebih dahulu sebelum buku dikirimkan pada penulis atau pemesan yang lain.

Bagi kalian yang sebelumnya bertanya-tanya, “Naskah saya diapain aja sih?” kini sudah tahu kan? Memang proses penerbitan cukup memakan waktu. Oleh karena itu, bagi kalian yang sedang menunggu naskahnya untuk diterbitkan, harap sabar ya. Tentu saja pihak penerbitan akan mengupayakan yang terbaik untuk naskah kalian. Good luck!

Sejauh Apa Perjalanan Tulisanmu Menjadi Buku?

Setelah mengirimkan tulisan untuk diterbitkan, pihak penerbitan akan meminta penulis untuk menunggu sampai proses penerbitan selesai. Lamanya proses pada setiap penerbitan tentu tidak sama, tergantung ketetapan masing-masing. Bagi kalian yang pernah mengalami, pernahkan terpikir akan diapakan tulisan yang sudah kalian kirim?

Naskah yang sudah diterima selanjutnya akan masuk ke proses penerbitan. Proses tersebut cukup panjang sebelum akhirnya menjadi sebuah buku yang siap dibaca secara massal. Proses apa saja yang dilalui tulisan kalian? Mari kita bahas satu per satu mulai dari persiapan sampai terwujudnya buku secara fisik.

  1. Persiapan Naskah

Persiapan naskah adalah langkah pertama dalam proses penerbitan. Pada proses ini, naskah akan dipersiapkan sesuai fasilitas yang kalian ambil. Misalnya kalian mengambil paket yang lengkap, maka pada proses ini akan dilakukan editing, layout, dan mendesain gambar sampul.

Tahap yang pertama adalah editing atau biasa dikenal dengan penyuntingan naskah. Jika naskah berbahasa Indonesia, maka akan disesuaikan dengan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Penyuntingan meliputi tanda baca, kata baku dan tidak baku, huruf kapital, ketepatan atau efektivitas kalimat, dan beberapa hal yang mempengaruhi kerapian tulisan untuk dibaca. Dalam tingkatan yang lebih tinggi, penyuntingan juga membuang kalimat atau bagian yang tidak relevan.

Setelah penyuntingan selesai, selanjutnya adalah proses layout. Layout dapat diartikan sebagai mengatur tata letak isi buku. Pada proses ini diatur ukuran halaman yang diinginkan, misalnya A4, A5, unesco, atau ukuran lain. Setelah mengatur ukuran halaman, selanjutnya mengatur jenis dan ukuran huruf, menambahkan simbol atau ornamen sesuai isi buku, serta merapikan tampilan secara keseluruhan.

Sambil berjalannya proses edting dan layout, juga dibuatkan desain untuk sampul buku. Proses pembuatan sampul buku memakan waktu yang cukup lama. Desainer harus menyesuaikan gambar apa yang sesuai dengan naskah kalian. Proses pengerjaannya juga harus teliti dan telaten. Proses editing, layout, dan pembuatan sampul buku biasanya memakan waktu hingga dua minggu atau lebih. Setelah ketiga proses tersebut selesai, maka naskah akan masuk pada proses selanjutnya.

  • Pengajuan Identitas Buku

Setelah naskah siap, proses penerbitan selanjutnya adalah mengajukan identitas buku. Sebelumnya kita kenal berupa ISBN (International Standard Book Number). ISBN adalah kode yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional berupa 13 digit angka unik sebagai identitas buku. Belakangan ini tidak semua jenis buku dapat diajukan ISBN. Namun, buku dapat menggunakan QRCBN yang fungsinya sama dengan ISBN. Khusus buku ber-ISBN, penerbit wajib menyerahkan dua eksemplar untuk Perpustakaan Nasional dan satu eksemplar untuk Perpustakaan Daerah sebagai bukti terbit.

  • Percetakan

Setelah buku mendapatkan identitas, baik ISBN maupun QRCBN, maka proses penerbitan sebenarnya sudah selesai. Agar buku dapat dibaca secara fisik, maka buku harus dicetak terlebih dahulu. Dalam proses percetakan secara umum, ada beberapa tahapan yang dilalui, meliputi pencetakan isi buku, pemotongan, penjilidan, dan finishing (wraping). Untuk memastikan kualitas, biasanya akan dilakukan quality control terlebih dahulu sebelum buku dikirimkan pada penulis atau pemesan yang lain.

Bagi kalian yang sebelumnya bertanya-tanya, “Naskah saya diapain aja sih?” kini sudah tahu kan? Memang proses penerbitan cukup memakan waktu. Oleh karena itu, bagi kalian yang sedang menunggu naskahnya untuk diterbitkan, harap sabar ya. Tentu saja pihak penerbitan akan mengupayakan yang terbaik untuk naskah kalian. Good luck!

Leave a Comment