Apa yang tergambar dalam pikiran anda ketika mendengar atau melihat perpustakaan? Sudah pasti setiap orang akan memiliki gambaran tersendiri, namun tidak sedikit orang yang menganggap bahwa perpustakaan hanyalah tempat sunyi yang dipenuhi dengan rak-rak yang di dalamnya terdapat banyak buku tebal, jangankan membaca buku yang ada di dalamnya berkunjung ke tempatnya pun jadi enggan.
Begitulah realitas masyarakat indonesia, minat baca buku masih sangatlah rendah. Dikutip dari website resmi KOMINFO dengan judul “Tekonologi masyarakat Indonesia: malas baca tapi cerewet di medsos” menyebutkan dua fakta memprihatinkan masyarakat indonesia di era digital saat ini. Yang pertama, berdasarkan riset yang dilakukan oleh UNESCO, indonesia mendapatkan peringkat kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca masyarakat indonesia begitu sangat rendah. Menurut data UNESCO minat baca masyarakat indonesia hanya 0,001%, artinya dari 1000 orang indonesia hnya 1 orang yang rajin membaca.
Fakta kedua, meski memiliki minat baca yang rendah menurut risert wearesocial per januari 2017 mengungkapkan bahwa orang indonesia mampu ,menatap gadged kurang lebih 9 jam sehari. Sehingga tidak heran jika kecerewetan nitizen indonesia juara nomor 5 dunia.
Pesatnya Perkembangan teknologi dan informasi saat ini jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal serta tidak diimbangi dengan pengetahuan yang baik bisa menjadi bomerang bagi banyak orang, oleh sebab itu peran pendidikan sangat penting di dalamnya.
Berbicara pendidkan, sebetulnya bukan hanya tentang sekolah formal. Pendidikan keluarga dan masyarakat memliki peran penting untuk menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi bangsa, sehingga perpustakaan menjadi sangat penting untuk diselenggarakan di setiap sudut negeri ini sebagai salah satu media sarana belajar.
Lalu bagaimana cara mendirikan perpustakaan dan mendapatkan bantuan buku secara gratis?. Dalam artikel ini saya akan mengulas secara jelas dan detail langakah-langkah mendirikan perpustakaan serta cara mendapatkan bantuan buku secara gratis.
Langkah-langkah Mendirikan Perpustakaan
Bagi teman-teman yang ingin mendirikan perpustakaan harus melakukan langkah-langkah berikut ini, agar perpustkaan yang dibangun bisa terealisasi dengan baik dan benar, langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Membuat Nama Perpustakaan dan Logo
Langkah pertama yang harus teman-teman lakukan ialah membuat nama untuk perpustakaan yang akan dirintis, buatlah nama yang unik, dan mudah diingat oleh orang lain.
Setelah nama dibuat, buatlah logo yang menarik untuk memperkuat nama perpustakaan secara identitas visual, nama dan logo tersebut bisa dijadikan sebagai papan nama, stempel, profil media sosial dan lain sebagainya.
2. Menentukan Target Pembaca
Ibarat berdagang, ketika kita ingin menjual sesuatu tentunya kita harus menentukan segmen pasar yang akan menjadi konsumen, hal itu dilakukan agar kita bisa memasarkan produk lebih efektif dan efesien. Begitu pun dengan perpustakaan, kita harus menentukan terlebih dahulu target pembaca kita. Tujuan dari segmen pembaca ini agar perpustkaan yang kita rintis cepat berkembang, memiliki ciri khas, dan fokus pada satu sasaran yang potensial. Untuk menentukan segmen pembaca, kita bisa menentukannya berdasarkan geografis, demografis dan psikografis.
Segementasi berdasarkan geografis, kita menentukan target pembaca berdasarkan letak tempatnya. Kebutuhan informasi masyarkat desa dengan masyarakat kota tentunya berbeda. Oleh sebab itu kita harus sesuaikan jenis koleksi buku berdasarkan daerah yang akan didirikan perpustakaan.
Segmentasi berdasrkan demografis, kita menentukan target pembaca berdasarkan jenis kelamin, usia, kelas ekonomi maupun tingkat pendidikan. Misalkan kita ingin mendirikan perpustakaan untuk anak-anak, maka koleksi buku yang harus distok lebih banyak ialah buku anak-anak, desain tempatnya pun didesain ramah anak, agar anak-anak yang masuk ke perpustakaan merasa nyaman dan riang ada di dalamnya.
Segmentasi berdasarkan psikografis, kita menentukan koleksi buku berdasarkan perilaku, gaya hidup ataupun persepsi calon pembaca. Kita bisa membuat perpustakaan dengan tema kesehatan atau bahan baca dengan tema seni budaya dan sebagainya.
3. Membuat Akun Media Sosial
Buatlah akun Facebook, Instagram, Email, blog dan lain sebagainya dengan nama perpustakaan yang akan kita dirikan. Langkah ini sangat penting untuk kita lakukan agar mendapatkan target audien lebih luas dan tentunya lebih murah, dan juga meningkatkan interaksi antara masyarakat serta menjadi media promosi perpustakaan.
4. Menyiapkan Tempat
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat yang akan kita dirikan perpustakaan. Tempat untuk perpustakaan bisa dimana saja, bisa bangunan yang berdiri sendiri maupun menyisihkan salah satu ruang di rumah pribadi. Syarat utama ruang ini adalah aman untuk menyimpan buku. Ruang penyimpan buku yang aman dan nyaman adalah yang bersih, cukup cahaya, tidak lembab, dan dapat diakses dengan mudah. Jangan lupa membuat semacam papan nama sebagai penanda bahwa tempat tersebut adalah perpustakaan. Upayakan logo yang telah dibuat mudah terlihat.
5. Mengumpulkan Buku
Setelah langkah 1-4 selesai, langkah selanjutnya ialah mengumpulkan buku untuk kita stock di perpustakaan. Untuk mendapatkan buku bisa dengan berbagai cara. Bisa dari koleksi pribadi, orang terdekat, teman-teman media sosial yang mau diajak kerja sama, bisa juga melalui permohonan hibah buku dari program Tali Integritas KPK, donasi buku kemendikbud, maupun hibah buku dari perpustakaan daerah dan PerpusNas. Sedangkan beberapa komunitas pegiat literasi yang secara rutin menyumbang buku misalnya 1001 buku, pustakabergerak.id. dan juga bisa mengajukan permohonan buku kepada para penerbit dan toko buku.
6. Klasifikasi dan Katalogisasi Buku
Klasifikasi adalah proses memilih sereta mengelompokkan buku berdasarkan tema buku, hal ini untuk mempermudah pembaca untuk memndapatkan buku yang ingin merekabaca.setelah proses klasifikasi selesai, proses selanjutnya ialah katalogisasi buku. Katalogisasi merupakan proses kegiatan pembuatan katalog. Katalog adalah daftar bahan pustaka yang dikoleksi oleh perpustakaan yang merupakan wakil bahan pustaka dan disusun secara sistematis.
7. Membuat Sarana Administrasi
Setelah langkah klasifikasi dan katalogisasi selesai, langkah selanjutnya adalah membuat berbagai kebutuhan administrasi perpustakaan, diantaranya:
- Stempel
- Kartu anggota
- Kartu buku
- Kartu slip kembali
- Kop surat dan amplop
- Katalog
- Formulir anggota baru
- Buku induk
- Pesanan buku
- Buku tamu/kunjungan
- Grafik bulanan/tahunan
- Buku laporan keuangan
- Laporan peminjaman
- Laporan pengunjung
- Rekapitulasi untuk peminjaman buku
- Administrasi perawatan
- Menyiapkan perlengkapan perpustakaan
Setelah semua langkah di atas selesai, maka langkah selanjutnya ialah menyiapkan segala perlengkapan perpustakaan, misalkan komputer atau laptop untuk administrasi, rak buku, meja, kursi, loker tas dan sebagainya.
8. Membuat Program
Salah satu cara untuk menarik pembaca datang ke perpustakaan kita ialah dengan cara membuat program, program tersebut kita kaitkan dengan target pembaca. Misalkan target perpustakaan adalah remaja, maka kita bisa membuat program pelatihan fotografi, menulis esay,belajar ngeblog dan sebagainya. Begitupun untuk target pembaca yang lain. Salah satu manfaat adanya program kelompok belajar tersebut agar orang-orang sekitar bisa terlibat secara kontinyu di perpustakaan
9. Melakukan Promosi
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan perpustakaan yang kita dirikan, bisa melalui media sosial, melalui spanduk atau poster, press release di koran atau media online, ads, dan sebagainya. Adapun tujuan dari promosi tersebut untuk menyebarkan informasi koleksi dan program perpustakaan kepada target pembaca potensial, untuk meningkatkan kunjungan, untuk mendapatkan pemustaka baru, membangun loyalitas, membentuk citra perpustakaan, dan membangun persepsi masyarakat tentang perpustakaan yang lebih baik.
10. Mencari Dukungan dan Donatur
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh perpustkaan adalah minimnya dana dan sumber dana sehingga menghambat operasional dan kegiatan perpustakaan. Namun kita tidak boleh putus asa, karena masih banyak cara untuk mendapatkan dana dan donator yang bisa membantu kegitan operasional perpustakaan. Diantaranya sebagai berikut:
11. Mencari Donatur
Kita bisa melibatkan orang-orang yang memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan masyarakat, orang-orang sukses yang memiliki dana untuk kegiatan sosial untuk menjadi bagian dari donatur tetap atau tidak dalam berbagai kegiatan perpustakaan.
12. CSR
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kontribusi atau bentuk tanggung jawab sosial sebuah organisasi maupun perusahaan terhadap seluruh pemangku kepentingannya (konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan) yang mencakup aspek ekonomi, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Dana CSR biasanya juga bisa dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan positif seperti pembiayaan kegiatan di perpustakaan. Kita juga bisa mengajukan permohonan dana CSR ke perusahaan sekitar.
13. Mencari Sponsor
Caranya ialah kita buat program yang menarik, ajukan proposal kepada perusahaan-perusahaan swasta atau BUMN, ajak mereka untuk menjadi partner, karena sponsor biasanya mampu memberikan dana, atau media partner, bahkan memberikan produk yang bisa menunjang program kegiatan perpustkaan.
14. Mengajukan Proposal Kepada Pemerintah
Pemerintah Desa/Kelurahan memiliki kewajiban untuk mengalokasikan anggaran untuk kemajuan pendidikan, salah satunya adalah mendorong tumbuh kembangnya perpustakaan. Dana Desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat juga bisa diakses untuk membuat perpus.
15. Memenuhi Syarat-Syarat UU Perpustakaan
Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan. Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Dalam bagian kesatu pembentukan perpustakaan pasal 15 disebutkan Pembentukan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memenuhi syarat:
- Memiliki koleksi perpustakaan;
- Memiliki tenaga perpustakaan;
- Memiliki sarana dan prasarana perpustakaan;
- Memiliki sumber pendanaan; dan
- Memberitahukan keberadaannya ke Perpustakaan Nasional.
CARA MENDAPATKAN BANTUAN BUKU GRATIS
Di artikel ini saya juga akan memberikan tips dan trik untuk mendapatkan bantuan buku secara gratis baik dari para penerbit atau dari PERPUSNAS.
Pertama, Untuk mendapatka bantuan buku secara gratis dari penerbit bisa ikuti langkah-langkah berikut ini:
Silahkan buat proposal permohonan buku kepada penerbit, dan jangan lupa lengkapi proposal dengan poin-poin berikut:
- Sekilas gambaran perpustakaan dan taman bacaan
- Alamat perpustakaan/taman bacaan
- Target pembaca (anak-anak, remaja, santri, anak sekolah, orang dewasa, petani, pedagang, dll)
- Kontak person yang bisa dihubungi (wajib ada)
Selanjutnya, untuk mendapatkan bantuan buku secara gratis dari PERPUSNAS. Sebenarnya langkah dan mekanisme untuk mendapatkan buku secara gratis sudah ada di web resmi Kelembagaan Perpustakaan Nasional. Bantuan buku diberikan kepada perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan. Untuk mendapat bantuan buku tersebut, maka pemohon diminta untuk mengirim surat resmi yang ditujukan kepada Kepala Perpustakaan Nasional melalui Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat BacaJika teman-teman masih bingung karena minimnya info dari artikel ini, teman-teman bisa langsung menghubungi Sekretariat pusat dengan alamat komplet di bawah ini:
Sekretariat Utama Perpustakaan Nasional
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi
Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat
Telp. 021-3922669, 3922749, 3922855, 3923116 (operator)
Faks. 021-3103554. (Luk)
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.


Saya adalah seorang guru di sekolah Dasar SDN Ibu Dewi 4 Cianjur, Jawa Barat. kali ingin memiliki perpustakaan sekolah, namun karena keterbatasan dana di sekolah kami, kami tidak mampu menyediakan buku bacaan untuk anak-anak/murid murid kami. kami hanya mengandalkan buku-buku bacaan lama yang masih ada disekolah dan yang dibeli anak-anak atau, yang di bawa anak-anak dari rumah. Kami ingin murid murid di sekolah kami memiliki kemampuan literasi yang lebih baik. tanpa buku bacaan yang memadai kami tetap membuat program pembiasaan litersi sekolah setiap satu minggu sekali, tujuannya meningkatkan kemampuan literasi murid, juga meningkatkan minat baca murid. Kami berharap ada yang mau membantu sekolah kami mengirimkan atau membuatkan perpustakaan sekolah. Terimakasih
Kasih menarik bu, semoga tetap konsisten menjadi pejuang literasi anak anak didik ibu. Sehat selalu dan semoga bisa segera dapat sumber bacaan yg diperlukan adek adek.
Pengajuan proposal ke kampus2 dan percetakan bu semoga membantu
Saya adalah seorang guru yang berniat ingin membuat perpustakaan di kampung ku karena keterbatasan kemampuan peserta didik sehingga saya bertekad ingin membuat perpustakaan, akan tetapi saya bingung bagaimana mencari donatur dan mengumpulkan buku-bukunya, apakah ada solusinya, kebetulan kampung ku terpencil dan jauh dari kota.