By Mohammad Afif Saerofi
Membaca buku setiap hari merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu seseorang memperoleh pengetahuan, melatih konsentrasi, dan memperluas wawasan. Namun, membangun kebiasaan membaca tidak selalu mudah. Kesibukan, kurangnya motivasi, pilihan buku yang tidak sesuai, hingga gangguan dari perangkat digital dapat membuat aktivitas membaca sulit dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan membaca pada dasarnya tidak terbentuk secara instan. Diperlukan pembiasaan yang dilakukan secara rutin serta lingkungan yang mendukung. Penelitian Mulasih dan Hudhana (2020) menunjukkan bahwa budaya literasi berkaitan dengan faktor internal individu dan faktor eksternal dari lingkungan. Karena itu, membangun kebiasaan membaca tidak hanya membutuhkan kemauan, tetapi juga strategi dan kondisi yang mendukung.
Lantas, bagaimana cara membangun kebiasaan membaca buku setiap hari? Berikut beberapa langkah yang dapat kamu coba.

1. Mulai dari Buku yang Sesuai dengan Minat
Salah satu cara paling sederhana untuk mulai rajin membaca adalah memilih buku yang benar-benar menarik perhatian.
Tidak perlu langsung membaca buku yang dianggap paling populer atau paling banyak direkomendasikan orang lain. Setiap orang memiliki minat yang berbeda. Ada yang menyukai novel, sejarah, bisnis, pengembangan diri, pendidikan, biografi, hingga buku keterampilan.
Memilih bacaan berdasarkan minat dapat membuat aktivitas membaca terasa lebih menyenangkan. Penelitian Hermida (2021) terhadap mahasiswa di Aceh menunjukkan bahwa salah satu strategi yang umum dilakukan dalam membangun kebiasaan membaca adalah membuat daftar bacaan berdasarkan genre buku yang disukai.
Jadi, jika kamu baru ingin mulai membaca secara rutin, pilih buku yang membuatmu penasaran untuk mengetahui halaman berikutnya.
2. Tentukan Jadwal Membaca
Membaca secara spontan memang bisa dilakukan, tetapi memiliki jadwal khusus dapat membantu membentuk rutinitas.
Hermida (2021) menemukan bahwa memiliki jadwal membaca merupakan salah satu strategi yang digunakan mahasiswa untuk mempertahankan kebiasaan membaca.
Kamu tidak perlu membuat jadwal yang rumit. Contohnya:
- Membaca 15 menit setelah sarapan.
- Membaca 10–20 menit saat istirahat.
- Membaca satu bab setelah menyelesaikan pekerjaan.
- Membaca sebelum tidur.
- Membaca beberapa halaman pada waktu yang sama setiap hari.
Pilih waktu yang paling memungkinkan untuk dipertahankan. Jika pagi hari terasa terlalu sibuk, kamu bisa mencoba membaca pada malam hari atau saat waktu istirahat.
Yang terpenting adalah menjadikan membaca sebagai aktivitas yang memiliki tempat dalam rutinitas harian.
3. Mulai dengan Target yang Kecil
Jangan langsung menetapkan target membaca satu buku dalam beberapa hari jika kamu belum terbiasa membaca.
Target yang terlalu besar justru dapat membuat membaca terasa seperti beban.
Sebagai permulaan, kamu bisa menetapkan target:
- 5 halaman setiap hari.
- 10 halaman setiap hari.
- 15 menit membaca.
- 20 menit membaca.
- Satu subbab setiap hari.
Setelah terbiasa, target tersebut dapat ditingkatkan secara perlahan.
Tujuan utama pada tahap awal bukan menyelesaikan sebanyak mungkin buku, tetapi membangun konsistensi membaca.
4. Buat Daftar Buku yang Ingin Dibaca
Selain membuat jadwal, kamu juga dapat membuat daftar buku yang ingin dibaca.
Daftar tersebut dapat berisi buku yang sudah lama ingin kamu baca, buku yang direkomendasikan teman, atau buku dari genre yang sedang kamu minati.
Misalnya:
Reading List
- Novel A
- Buku pengembangan diri B
- Buku sejarah C
- Buku bisnis D
- Novel E
Strategi membuat daftar bacaan juga ditemukan dalam penelitian Hermida (2021). Responden dalam penelitian tersebut menggunakan daftar bacaan berdasarkan genre favorit sebagai salah satu cara mempertahankan aktivitas membaca.
Dengan adanya daftar bacaan, kamu tidak perlu bingung menentukan buku berikutnya setelah menyelesaikan satu buku.
5. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan memiliki peran dalam membangun kebiasaan literasi. Mulasih dan Hudhana (2020) menjelaskan bahwa faktor eksternal, termasuk lingkungan, merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan budaya literasi.
Karena itu, cobalah menciptakan tempat yang membuatmu nyaman untuk membaca.
Misalnya:
- Menyiapkan meja khusus untuk membaca.
- Menempatkan koleksi buku di tempat yang mudah terlihat.
- Membaca di perpustakaan.
- Membuat sudut baca di rumah.
- Mengurangi suara atau gangguan di sekitar.
- Menyiapkan pencahayaan yang cukup.
Lingkungan yang mendukung dapat membuat membaca terasa lebih mudah dilakukan.
6. Kurangi Gangguan dari Ponsel
Ponsel dapat menjadi salah satu gangguan ketika sedang membaca.
Notifikasi pesan, media sosial, video pendek, dan aplikasi lainnya dapat membuat perhatian berpindah dari buku.
Saat membaca, cobalah:
- Mengaktifkan mode senyap.
- Mematikan notifikasi yang tidak diperlukan.
- Meletakkan ponsel agak jauh.
- Menggunakan timer selama 15–30 menit.
- Menyelesaikan satu sesi membaca sebelum membuka media sosial.
Tidak perlu langsung menghilangkan penggunaan ponsel sepenuhnya. Cukup buat periode singkat ketika perhatianmu benar-benar diarahkan pada buku.
7. Sediakan Buku di Tempat yang Mudah Dijangkau
Buku yang tersimpan terlalu jauh atau tidak terlihat sering kali lebih mudah dilupakan.
Karena itu, letakkan buku yang sedang dibaca di tempat yang mudah dijangkau.
Misalnya:
- Di meja kerja.
- Di samping tempat tidur.
- Di dalam tas.
- Di meja belajar.
- Di ruang keluarga.
Dengan cara tersebut, kamu akan lebih mudah melanjutkan bacaan ketika memiliki waktu luang.
8. Ciptakan Rutinitas Membaca
Kebiasaan akan lebih mudah terbentuk ketika suatu aktivitas dilakukan secara berulang.
Penelitian Rawin et al. (2023) menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan literasi dapat berperan dalam menumbuhkan minat baca. Dalam penelitian tersebut, kegiatan membaca dilakukan melalui pembiasaan, termasuk aktivitas membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar.
Walaupun konteks penelitian tersebut berada di lingkungan sekolah, prinsip pembiasaan dapat diterapkan dalam rutinitas pribadi.
Misalnya, tentukan aturan sederhana:
Setiap hari sebelum tidur, saya akan membaca minimal 10 halaman.
Setelah dilakukan berulang kali, membaca dapat menjadi bagian dari rutinitas harian tanpa harus selalu dipikirkan terlebih dahulu.
9. Jangan Memaksakan Diri Menyelesaikan Buku yang Tidak Menarik
Membaca buku yang tidak sesuai dengan minat dapat membuat kegiatan membaca terasa membosankan.
Jika setelah beberapa bab kamu merasa buku tersebut benar-benar tidak sesuai dengan kebutuhan atau minat, tidak masalah untuk menghentikannya sementara dan memilih buku lain.
Tujuan membangun kebiasaan membaca adalah menciptakan hubungan positif dengan aktivitas membaca.
Kamu dapat mencoba genre berbeda sampai menemukan jenis bacaan yang paling sesuai.
10. Catat Buku yang Sudah Selesai Dibaca
Mencatat progres dapat memberikan kepuasan tersendiri.
Kamu bisa membuat daftar sederhana:
| No. | Judul Buku | Tanggal Selesai | Kesan |
| 1 | Buku A | 5 September | Sangat menarik |
| 2 | Buku B | 15 September | Banyak informasi baru |
| 3 | Buku C | 28 September | Ceritanya ringan |
Selain sebagai dokumentasi, catatan tersebut dapat membantu melihat perkembangan kebiasaan membaca dari waktu ke waktu.
Kamu juga dapat menuliskan satu atau dua hal penting yang diperoleh dari setiap buku.
11. Diskusikan Buku dengan Orang Lain
Membaca tidak harus selalu menjadi aktivitas individual.
Kamu dapat mendiskusikan buku dengan teman, keluarga, komunitas membaca, atau kelompok literasi.
Diskusi dapat membuat pengalaman membaca menjadi lebih menarik karena kamu bisa mengetahui sudut pandang orang lain.
Jasmine et al. (2024) menemukan bahwa program budaya literasi seperti klinik membaca dan sudut baca dapat membantu meningkatkan minat membaca siswa. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas literasi yang dilakukan dalam lingkungan yang mendukung dapat memberikan dorongan terhadap minat membaca.
12. Buat Tantangan Membaca untuk Diri Sendiri
Jika ingin lebih termotivasi, kamu dapat membuat tantangan membaca.
Tidak perlu langsung menargetkan puluhan buku.
Cobalah:
Tantangan 7 Hari
- Hari 1: membaca 10 menit.
- Hari 2: membaca 10 menit.
- Hari 3: membaca 15 menit.
- Hari 4: membaca 15 menit.
- Hari 5: membaca 20 menit.
- Hari 6: membaca 20 menit.
- Hari 7: membaca 30 menit.
Jika berhasil, lanjutkan menjadi tantangan 30 hari.
Target tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang kamu miliki.
13. Jangan Merasa Gagal Jika Melewatkan Satu Hari
Membangun kebiasaan tidak berarti harus selalu sempurna.
Ada kalanya kamu terlalu sibuk sehingga tidak sempat membaca. Hal tersebut bukan berarti kebiasaanmu gagal.
Jika hari ini tidak membaca, cukup mulai kembali besok.
Yang perlu dihindari adalah pola pikir:
“Kemarin tidak membaca, berarti saya gagal.”
Lebih baik menggantinya dengan:
“Kemarin terlewat, hari ini saya mulai lagi.”
Konsistensi dalam jangka panjang lebih penting daripada memaksakan diri untuk selalu sempurna.
14. Buat Membaca Menjadi Aktivitas yang Menyenangkan
Jangan menjadikan membaca sebagai hukuman atau kewajiban yang membuatmu tertekan.
Cobalah membuat suasana membaca lebih menyenangkan. Kamu bisa memilih tempat yang nyaman, menyediakan minuman, menggunakan penanda buku yang menarik, atau membaca genre yang sedang kamu sukai.
Mulasih dan Hudhana (2020) menekankan pentingnya membangun budaya literasi dan menumbuhkan minat baca melalui pembiasaan serta dukungan lingkungan.
Dengan demikian, membangun kebiasaan membaca bukan sekadar memaksa diri membuka buku setiap hari, tetapi juga menciptakan kondisi yang membuatmu ingin kembali membaca.
Contoh Rutinitas Membaca Setiap Hari
Jika masih bingung bagaimana memulainya, berikut contoh rutinitas sederhana:
Pagi — 10 menit
- Membaca 5 halaman buku.
Siang — 10 menit
- Membaca saat waktu istirahat jika memungkinkan.
Malam — 15–20 menit
- Melanjutkan buku sebelum tidur.
- Mencatat satu hal menarik dari bacaan.
Jika dilakukan secara rutin, aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan membaca yang lebih kuat.
Kesimpulan
Membangun kebiasaan membaca buku setiap hari tidak harus dimulai dengan target yang besar. Kamu bisa memulainya dengan memilih buku sesuai minat, membuat jadwal membaca, menetapkan target kecil, menciptakan lingkungan yang nyaman, serta mengurangi gangguan ketika membaca.
Penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan, jadwal membaca, daftar bacaan, minat terhadap genre tertentu, dan lingkungan literasi dapat menjadi bagian dari strategi dalam menumbuhkan kebiasaan maupun minat membaca (Hermida, 2021; Mulasih & Hudhana, 2020; Rawin et al., 2023; Jasmine et al., 2024).
Jadi, tidak perlu menunggu memiliki banyak waktu untuk mulai membaca.
Pilih satu buku, baca beberapa halaman hari ini, dan ulangi lagi besok. Kebiasaan besar dapat dimulai dari rutinitas kecil yang dilakukan secara konsisten.
Daftar Pustaka
Hermida, R. (2021). Students’ strategies in cultivating their reading habit. ACCENTIA: Journal of English Language and Education, 1(1), 17–23. https://doi.org/10.37598/accentia.v1i1.980
Jasmine, D. F., Sunaengsih, C., & Syahid, A. A. (2024). Analisis program budaya literasi dalam peningkatan minat baca siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 13(1). https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v13i1.3315
Mulasih, & Hudhana, W. D. (2020). Urgensi budaya literasi dan upaya menumbuhkan minat baca. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 19–23. https://doi.org/10.31000/lgrm.v9i2.2894
Rawin, S. C., Sudiana, I. N., & Astawan, I. G. (2023). Peran budaya literasi dalam menumbuhkan minat baca siswa. PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.23887/jurnal_pendas.v7i1.1371
#kebiasaanmembaca #membacabuku #tipsmembaca #minatbaca #budayamembaca #literasi #tipsmembacabuku #rutinitasmembaca #buku #bukuberkualitas

