Baca Buku tapi Cepat Lupa? Ini Cara agar Isi Buku Lebih Melekat

By Mohammad Afif Saerofi

Pernah membaca satu buku sampai selesai, tetapi beberapa hari kemudian ketika ditanya isinya justru hanya mengingat sedikit? Kalau pernah mengalaminya, kamu tidak sendirian.

Membaca buku tidak selalu berarti semua informasi di dalamnya akan langsung tersimpan dalam ingatan. Ada perbedaan antara menyelesaikan bacaan dan memahami serta mengingat isi bacaan.

Karena itu, jika ingin mendapatkan lebih banyak manfaat dari sebuah buku, kamu tidak hanya perlu membaca dari halaman pertama sampai terakhir. Kamu juga perlu menggunakan strategi membaca yang membantu memahami, mengolah, dan mengingat informasi.

Penelitian mengenai strategi membaca menunjukkan bahwa penggunaan strategi tertentu dapat membantu meningkatkan kemampuan memahami bacaan. Salah satu kajian literatur di Indonesia membahas strategi seperti SQ3R, PQ4R, KWL, dan DRTA sebagai pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman membaca.

Lalu, bagaimana cara agar isi buku lebih mudah melekat? Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba.

  1. 1. Jangan Langsung Membaca dari Halaman Pertama

Sebelum mulai membaca, luangkan beberapa menit untuk mengenali buku.

Lihat terlebih dahulu:

  • Judul buku
  • Nama penulis
  • Daftar isi
  • Judul setiap bab
  • Kata pengantar
  • Ringkasan atau sinopsis
  • Struktur pembahasan

Langkah sederhana ini membantu kamu mendapatkan gambaran mengenai isi buku sebelum masuk ke pembahasan yang lebih detail.

Misalnya, jika kamu akan membaca buku tentang bisnis, lihat terlebih dahulu bab apa saja yang dibahas. Dengan begitu, kamu memiliki gambaran mengenai informasi yang akan ditemukan.

  1. 2. Tentukan Tujuan Membaca

Sebelum membaca, tanyakan kepada diri sendiri:

“Saya membaca buku ini untuk apa?”

Tujuannya bisa berbeda-beda.

Misalnya:

  • Ingin mendapatkan pengetahuan baru.
  • Ingin menyelesaikan tugas.
  • Ingin mempelajari keterampilan.
  • Ingin mencari solusi atas suatu masalah.
  • Ingin menikmati cerita.
  • Ingin memahami suatu bidang tertentu.

Tujuan membaca dapat membantu menentukan cara membaca yang sesuai.

Jika membaca novel, kamu mungkin lebih fokus pada alur dan karakter.

Namun, jika membaca buku nonfiksi, kamu mungkin perlu lebih memperhatikan konsep, data, argumen, dan contoh yang diberikan penulis.

Penelitian Andreani et al. (2021) menunjukkan bahwa kebiasaan membaca dan kesadaran terhadap genre memiliki hubungan dengan kemampuan memahami bacaan.

  1. 3. Ubah Judul Bab Menjadi Pertanyaan

Ini salah satu cara sederhana agar membaca menjadi lebih aktif.

Misalnya, kamu akan membaca bab berjudul:

“Manfaat Membaca Buku”

Daripada langsung membaca, ubah judul tersebut menjadi pertanyaan:

“Apa saja manfaat membaca buku?”

Kemudian lanjutkan membaca untuk mencari jawabannya.

Cara seperti ini membuatmu memiliki sesuatu yang perlu dicari selama membaca, bukan sekadar mengikuti kata demi kata.

Strategi seperti Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) juga menggunakan pertanyaan sebagai salah satu tahapan dalam proses membaca. Penelitian di Indonesia mengenai penerapan SQ3R menunjukkan peningkatan kemampuan memahami bacaan setelah strategi tersebut diterapkan.

  1. Gunakan Metode SQ3R

Kalau ingin mencoba teknik membaca yang lebih terstruktur, kamu bisa menggunakan metode SQ3R. SQ3R terdiri dari:

S — Survey
Periksa judul, subjudul, daftar isi, dan struktur buku.

Q — Question
Buat pertanyaan mengenai informasi yang ingin kamu ketahui.

R — Read
Baca bagian tersebut untuk menemukan jawaban.

R — Recite
Coba jelaskan kembali informasi menggunakan kata-katamu sendiri.

R — Review
Tinjau kembali informasi penting setelah selesai membaca.

Metode ini membantu mengubah kegiatan membaca menjadi proses yang lebih aktif.

Kajian Saputra et al. (2024) juga menempatkan SQ3R sebagai salah satu strategi metakognitif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman membaca.

  1. Jangan Hanya Memberi Highlight

Memberi tanda pada kalimat penting memang berguna. Namun, jika hampir seluruh halaman diberi stabilo, kamu justru akan kesulitan menentukan informasi mana yang benar-benar penting. Cobalah membatasi highlight hanya pada:

  • Ide utama.
  • Istilah penting.
  • Data tertentu.
  • Kalimat yang ingin dipelajari kembali.

Setelah itu, tambahkan catatan singkat menggunakan bahasamu sendiri.

Contohnya:

Isi buku:
“Literasi merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi.”

Catatan pribadi:
“Literasi bukan cuma membaca, tetapi juga memahami informasi.”

Catatan dengan bahasa sendiri dapat membantu proses memahami materi.

  1. Jelaskan Kembali dengan Kata-Katamu Sendiri

Setelah membaca beberapa halaman atau satu subbab, tutup bukunya.

Kemudian coba jawab:

“Apa yang baru saja saya baca?”

Jelaskan menggunakan kata-katamu sendiri.

Jika kamu bisa menjelaskannya tanpa melihat buku, berarti kamu kemungkinan sudah memahami inti pembahasannya.

Sebaliknya, jika kamu kesulitan menjelaskan, itu menjadi tanda bahwa bagian tersebut mungkin perlu dibaca kembali.

Strategi membaca yang melibatkan proses mengingat kembali dan merefleksikan isi bacaan sejalan dengan pendekatan metakognitif yang dibahas dalam berbagai penelitian tentang pemahaman membaca.

  1. Buat Ringkasan Singkat

Setelah menyelesaikan satu bab, jangan langsung menutup buku.

Luangkan waktu beberapa menit untuk membuat ringkasan.

Tidak perlu panjang.

Cukup tuliskan:

Bab: Kebiasaan Membaca

3 hal penting:

  1. Kebiasaan terbentuk melalui pengulangan.
  2. Jadwal membantu menjaga konsistensi.
  3. Lingkungan dapat memengaruhi kebiasaan membaca.

Ringkasan seperti ini akan jauh lebih mudah dibaca kembali daripada mengulang seluruh bab.

  1. Hubungkan dengan Hal yang Sudah Kamu Ketahui

Informasi baru akan lebih mudah dipahami jika dikaitkan dengan pengetahuan atau pengalaman yang sudah dimiliki.

Misalnya, kamu sedang membaca buku tentang pemasaran.

Ketika menemukan pembahasan mengenai promosi melalui media sosial, hubungkan dengan pengalaman melihat iklan di Instagram atau TikTok.

Dengan cara tersebut, konsep yang abstrak menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Cobalah bertanya:

“Apakah saya pernah melihat atau mengalami hal seperti ini?”

“Apakah informasi ini berhubungan dengan sesuatu yang sudah saya ketahui?”

“Di mana saya bisa menerapkan konsep ini?”

  1. Berhenti Sejenak dan Renungkan Isi Buku

Membaca terus-menerus dalam waktu lama tidak selalu menjadi cara terbaik untuk memahami isi buku. Sesekali berhentilah dan tanyakan:

  • Apa inti pembahasan tadi?
  • Apa hal baru yang saya dapat?
  • Apakah saya setuju dengan pendapat penulis?
  • Apa contoh penerapannya?
  • Bagian mana yang masih belum saya pahami?

Proses seperti ini membantu kamu menjadi pembaca yang lebih aktif.

Kajian Saputra et al. (2024) mengenai strategi metakognitif menunjukkan pentingnya proses pembaca dalam memantau dan mengolah pemahamannya ketika membaca.

  1. Diskusikan Buku dengan Orang Lain

Salah satu cara menarik untuk menguji pemahaman adalah membicarakan isi buku dengan orang lain. Ceritakan:

  • Buku yang kamu baca.
  • Bagian yang paling menarik.
  • Ide utama buku.
  • Hal yang kamu setujui atau tidak setujui.
  • Pelajaran yang kamu dapat.

Ketika menjelaskan buku kepada orang lain, kamu secara tidak langsung perlu mengingat dan menyusun kembali informasi yang telah dibaca.

Kalau tidak ada teman yang sedang membaca buku yang sama, kamu juga bisa menulis ulasan singkat untuk diri sendiri.

  1. Terapkan Isi Buku dalam Kehidupan Nyata

Informasi akan terasa lebih bermakna ketika tidak berhenti sebagai teori.

Misalnya, kamu membaca buku tentang manajemen waktu.

Jangan hanya mengingat definisinya. Cobalah menerapkan salah satu teknik yang dijelaskan dalam buku selama beberapa hari.

Atau jika membaca buku tentang menulis, langsung praktikkan teknik yang dipelajari.

Dengan menerapkan informasi, kamu memiliki pengalaman nyata yang berkaitan dengan isi buku.

  1. Lakukan Review Setelah Selesai Membaca

Jangan menganggap pekerjaan selesai setelah halaman terakhir dibaca.

Lakukan review singkat.

Kamu bisa melihat kembali:

  • Pertanyaan yang sudah dibuat.
  • Bagian yang paling penting.

Metode SQ3R sendiri menempatkan Review sebagai tahap terakhir untuk meninjau kembali informasi yang telah dipelajari.

Tidak perlu membaca seluruh buku dari awal. Cukup kembali ke catatan dan bagian penting.

  1. Gunakan Jeda Sebelum Membaca Ulang

Daripada membaca buku yang sama berkali-kali dalam satu waktu, kamu dapat memberikan jeda dan kemudian kembali meninjau materi. Misalnya:

Hari pertama: membaca satu bab.

Hari kedua: membaca ringkasan bab tersebut.

Beberapa hari kemudian: mencoba menjelaskan kembali tanpa melihat buku.

Cara ini membuat proses membaca tidak berhenti pada satu kali pertemuan dengan informasi.

  1. Jangan Mengejar Jumlah Buku

Membaca 20 buku dalam setahun belum tentu lebih bermakna daripada membaca 10 buku tetapi benar-benar memahami isinya.

Jumlah buku memang bisa menjadi motivasi, tetapi jangan sampai angka menjadi satu-satunya tujuan.

Lebih penting untuk bertanya:

“Apa yang saya dapat setelah membaca buku ini?”

Penelitian Putri et al. (2021) menunjukkan bahwa kebiasaan, minat, motivasi, dan efikasi diri dalam membaca berkaitan dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah menengah.

Artinya, pengalaman membaca tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga bagaimana seseorang terlibat dalam aktivitas membaca tersebut.

Teknik Sederhana agar Isi Buku Lebih Melekat

Kalau ingin cara yang lebih praktis, gunakan pola berikut setiap kali membaca:

Sebelum membaca

Tanya → Apa yang ingin saya ketahui?

Saat membaca

Cari → Temukan informasi penting.

Setelah membaca

Jelaskan → Apa yang baru saja saya pelajari?

Setelah selesai bab

Ringkas → Tulis 3–5 poin utama.

Beberapa hari kemudian

Ingat kembali → Coba jelaskan tanpa melihat buku.

Dengan pola tersebut, membaca menjadi aktivitas yang lebih aktif daripada sekadar menyelesaikan halaman.

Kesimpulan

Baca buku tapi cepat lupa? Bisa jadi masalahnya bukan pada jumlah buku yang kamu baca, tetapi pada cara kamu membaca.

Agar isi buku lebih melekat, cobalah membaca secara aktif dengan menentukan tujuan, membuat pertanyaan, mencari ide utama, mencatat dengan kata-kata sendiri, membuat ringkasan, menjelaskan kembali isi bacaan, dan melakukan review.

Strategi seperti SQ3R, PQ4R, KWL, dan pendekatan metakognitif telah dibahas dalam penelitian mengenai peningkatan pemahaman membaca.

Jadi, mulai sekarang jangan hanya bertanya:

“Sudah berapa buku yang saya baca?”

Coba tanyakan juga:

“Apa yang masih saya ingat dan bisa saya gunakan dari buku yang sudah saya baca?”

Karena pada akhirnya, nilai sebuah buku bukan hanya terletak pada berapa banyak halamannya yang berhasil kita selesaikan, tetapi juga pada berapa banyak pengetahuan yang benar-benar kita pahami dan bawa setelah buku itu ditutup.

Daftar Pustaka

Andreani, S., Muniroh, S., Suharyadi, S., Astuti, U. P., & Yulizar, Y. (2021). The contribution of genre awareness and reading habits towards students’ reading comprehension. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 11(2). https://doi.org/10.17509/ijal.v11i2.35260

Farisia, H., Syafuddin, R., Na’im, M., & Tyanto, E. L. (2021). Peningkatan pemahaman siswa terhadap teks eksposisi melalui strategi membaca pemahaman SQ3R pada siswa kelas VII MTs Wachid Hasyim Surabaya. Jurnal PTK dan Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.18592/ptk.v7i2.4497

Putri, K. I. M., Tantra, D. K., & Marsakawati, N. P. E. (2021). Contribution of reading habit, reading interest, reading motivation, reading self-efficacy to the students’ reading comprehension in senior high school. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia, 9(1). https://doi.org/10.23887/jpbi.v9i1.215

Saputra, W., Cahyani, I., & Sastromiharjo, A. (2024). Strategi metakognitif dalam membaca: Sebuah kajian studi literatur. Seminar Internasional Riksa Bahasa, 666–676.

Wathon, A. (2023). Peningkatan pemahaman baca pada siswa sekolah dasar melalui pengembangan collaborative strategic reading. Jurnal Teknologi Pendidikan, 6(1).

#caramembacabuku #mengingatisibuku #tipsmembaca #membacabuku #strategimembaca #membacaaktif #literasi #bukuberkualitas #tipsmembacaefektif #membacacerdas

Leave a Comment