By Mohammad Afif Saerofi
Pernah berniat membaca buku selama 10 menit, tetapi baru beberapa halaman sudah ingin membuka Instagram, TikTok, atau media sosial lainnya? Sementara itu, tanpa sadar kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan scrolling.
Kebiasaan mengonsumsi konten singkat dan cepat memang dapat membuat aktivitas membaca buku terasa lebih berat untuk dimulai. Sejumlah penelitian di Indonesia menemukan adanya hubungan antara penggunaan media sosial, perhatian terhadap bacaan, dan minat membaca. Namun, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung budaya membaca jika digunakan secara tepat.
Sumber: https://plixi.com/resources/social-media-apps-for-teens-what-you-need-to-know
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
- Mulai dari 10 Menit
Jangan langsung menargetkan membaca satu jam setiap hari. Mulailah dengan 10 menit.
Gunakan timer dan fokus membaca sampai waktunya selesai. Jika setelah 10 menit masih ingin membaca, lanjutkan. Jika tidak, berhenti juga tidak masalah.
Tujuannya adalah membangun kebiasaan terlebih dahulu, bukan mengejar jumlah halaman.
- Jauhkan Ponsel Saat Membaca
Kalau ponsel berada tepat di samping buku, godaan untuk mengecek notifikasi tentu lebih besar.
Coba letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau atau aktifkan mode jangan ganggu selama membaca. Dengan begitu, 10 menit benar-benar digunakan untuk membaca.
- Jangan Buka Media Sosial Sebelum Membaca
Coba ubah urutannya.
Daripada berkata, “Scroll sebentar, setelah itu baca buku,” lakukan sebaliknya:
Baca 10 menit → baru buka media sosial.
Cara ini membuat membaca menjadi bagian dari rutinitas sebelum hiburan digital.
- Pilih Buku yang Membuat Penasaran
Tidak semua buku cocok untuk semua orang. Kalau buku yang dipilih terasa membosankan sejak awal, membaca akan terasa seperti kewajiban.
Pilih buku berdasarkan topik yang memang sedang ingin kamu ketahui. Novel, komik, biografi, bisnis, psikologi, sejarah, atau genre lainnya sama-sama bisa menjadi awal.
Penelitian tentang interaksi media sosial dan minat baca Gen Z juga menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu menjadi penghambat; komunitas dan konten literasi di dalamnya dapat digunakan untuk mendorong aktivitas membaca.
- Kurangi, Bukan Harus Berhenti Total
Tidak perlu langsung menghapus semua aplikasi media sosial.
Cukup mulai dengan mengurangi waktu scrolling secara bertahap. Misalnya, sisihkan satu waktu tertentu dalam sehari tanpa media sosial dan gunakan waktu tersebut untuk membaca.
Dengan begitu, kamu tidak merasa sedang “kehilangan” hiburan, tetapi sedang memberi ruang untuk aktivitas lain.
- Jadikan Media Sosial sebagai Pemicu Membaca
Media sosial sebenarnya juga bisa membantu.
Ikuti akun yang membahas buku, ulasan bacaan, perpustakaan, atau komunitas literasi. Ketika menemukan buku yang menarik, simpan judulnya dan masukkan ke daftar bacaan.
Dengan cara ini, media sosial tidak hanya menjadi tempat scrolling, tetapi juga bisa menjadi sumber rekomendasi buku. Penelitian tentang konten review buku di TikTok menunjukkan adanya keterkaitan antara konten review buku dan minat membaca pengikutnya.
- Fokus pada Konsistensi
Tidak masalah jika hari ini hanya membaca lima halaman.
Yang penting adalah kembali membaca besok.
Sepuluh menit setiap hari mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut akan lebih mudah dipertahankan daripada memaksakan membaca berjam-jam hanya sesekali.
Kesimpulan
Masalahnya mungkin bukan kamu tidak suka membaca. Bisa jadi perhatianmu sudah terlalu sering terbiasa dengan konten yang cepat dan berganti-ganti.
Karena itu, tidak perlu langsung mengubah semuanya. Mulai dari 10 menit, jauhkan ponsel, pilih buku yang menarik, dan lakukan secara rutin.
Kalau bisa scroll selama berjam-jam, sebenarnya kamu juga punya waktu untuk membaca. Tinggal menentukan berapa banyak waktu yang ingin kamu berikan untuk buku.
Daftar Pustaka
Anhar, A., Hazlin, N. A. A., Simanjuntak, A., & Nurbidayah, D. (2024). Interaksi media sosial dan minat baca di kalangan Gen Z. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(5), 6241–6248. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i5.1973
Setyawati, N., Maspuroh, U., & Rosalina, S. (2021). Pengaruh literasi digital terhadap pemahaman bacaan cerpen pada kalangan remaja pengguna media sosial aktif. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 11(4). https://doi.org/10.23887/jjpbs.v11i4.40124
Shakila, T., Putri, L. R., & Kuncoro, W. (2024). Pemanfaatan media sosial Harian Bhirawa dalam meningkatkan minat baca masyarakat. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 4(2), 31–38. https://doi.org/10.69957/relasi.v4i02.1587
#scrolling #mediasosial #membacabuku #tipsmembaca #kebiasaanmembaca #minatbaca #literasi #literasidigital #fokusmembaca #rajinnmembaca

