Sering Beli Buku karena FOMO? Kenali Kebiasaan Ini Sebelum Checkout

By Mohammad Afif Saerofi

Pernah melihat buku yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, lalu langsung merasa harus membelinya? Padahal, mungkin masih ada beberapa buku di rumah yang belum selesai dibaca.

Perasaan takut ketinggalan tren atau Fear of Missing Out (FOMO) bisa ikut memengaruhi keputusan belanja. Sejumlah penelitian di Indonesia menemukan hubungan antara FOMO, media sosial, dan perilaku pembelian impulsif.

Bukan berarti membeli buku karena sedang tren selalu salah. Namun, sebelum checkout, coba kenali beberapa kebiasaan berikut.

  1. Membeli karena Takut Ketinggalan Tren

Kalau alasan utama membeli adalah “Semua orang sedang membacanya”, coba berhenti sejenak.

Tanyakan kepada diri sendiri: Apakah saya memang tertarik dengan isi bukunya, atau hanya takut tidak ikut membicarakannya?

Jika ketertarikan hanya muncul setelah melihat tren, mungkin lebih baik memasukkannya ke wishlist terlebih dahulu.

  1. Judulnya Menarik, Tapi Isinya Belum Dicek

Judul dan sampul yang menarik memang bisa membuat kita penasaran. Namun, jangan langsung checkout hanya berdasarkan keduanya.

Sebelum membeli, cek sinopsis, daftar isi, beberapa halaman awal, penulis, serta ulasan pembaca. Dengan begitu, keputusan membeli tidak hanya berdasarkan kesan pertama.

  1. Sering Membeli Buku yang Mirip

Coba lihat kembali koleksi buku di rumah.

Kalau sudah memiliki beberapa buku dengan topik serupa tetapi belum dibaca, pertimbangkan apakah buku baru benar-benar memberikan sesuatu yang berbeda.

Penelitian tentang minat beli buku menunjukkan bahwa faktor psikologis, sosial, kelompok, dan persepsi dapat ikut berkaitan dengan minat membeli buku.

  1. Ada Promo, Langsung Checkout

Harga diskon memang menggoda. Apalagi jika ada tulisan seperti “tinggal beberapa lagi” atau promo yang hanya berlangsung dalam waktu tertentu.

Namun, harga murah bukan berarti otomatis hemat jika bukunya tidak benar-benar akan dibaca.

Coba gunakan aturan sederhana: masukkan ke keranjang, tunggu 24 jam, lalu putuskan.

  1. Belum Selesai Membaca, Sudah Membeli Lagi

Ini salah satu tanda yang mudah dikenali.

Tidak masalah memiliki banyak buku. Tetapi jika setiap kali melihat rekomendasi baru langsung membeli, sementara buku yang sudah dimiliki terus menumpuk, mungkin sudah waktunya membuat daftar prioritas bacaan.

  1. Bedakan “Ingin” dan “Butuh”

Sebelum checkout, tanyakan tiga hal:

  • Apakah saya benar-benar tertarik dengan topiknya?
  • Apakah saya akan membaca buku ini dalam waktu dekat?
  • Apakah buku ini memberikan sesuatu yang belum saya dapatkan dari koleksi saya?

Jika jawabannya belum jelas, tidak ada salahnya menunda pembelian.

  1. Buat Wishlist, Bukan Langsung Checkout

Wishlist bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi pembelian spontan.

Simpan buku yang menarik selama beberapa hari atau minggu. Jika setelah beberapa waktu kamu masih ingin membacanya, kemungkinan keputusan membeli memang berasal dari ketertarikan yang lebih matang, bukan sekadar tren sesaat.

Kesimpulan

Membeli buku karena sedang populer bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Yang penting adalah mengetahui alasan di balik keputusan membeli.

Sebelum checkout, beri diri sendiri sedikit waktu untuk berpikir. Cek isi buku, lihat koleksi yang sudah dimiliki, dan tanyakan apakah buku tersebut benar-benar ingin dibaca.

Karena pada akhirnya, buku yang paling berharga bukan hanya buku yang berhasil dibeli, tetapi buku yang benar-benar dibaca.

 

Daftar Pustaka

Damayanti, M. R., & Sagoro, E. M. (2024). Pengaruh perilaku Fear of Missing Out (FOMO) dan kemudahan penggunaan terhadap impulsive buying pada pengguna e-commerce dengan self-control sebagai variabel moderasi. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 22(2), 66–77. https://doi.org/10.21831/jpai.v22i2.76414

Promalessy, R., Fathoni, A. F., Novrianti, D. P., & Hadi, T. S. (2026). Scroll, feel, buy: How social presence and FOMO shape impulsive and repeat purchases. Journal of Applied Business Administration. https://doi.org/10.30871/jaba.11720

Setiawan, A., & Suprapto, W. (2021). Pengaruh Theory of Planned Behaviour terhadap purchase intention buku di Indonesia melalui reading interests sebagai variabel intervening. Agora, 9(1).

Utomo, Y. T., Yusanto, I., & Ariawan, R. T. (2021). Analisis faktor minat beli terhadap buku bacaan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurnal Ekonomi KIAT, 32(2). https://doi.org/10.25299/kiat.2021.vol32(2).6983

 

#FOMO #belibuku #tipsmembeli buku #membacabuku #bukubacaan #tipsbuku #koleksibuku #bukupopuler #pembelianimpulsif #literasi

Leave a Comment