Tips Membuat Makalah Kuliah

Bagaimana cara membuat makalah yang baik dan benar? Tentu saja setiap mahasiswa di perguruan tinggi pasti pernah menulis dan mengerjakan tugas makalah ini. Makalah menjadi karya tulis yang paling sering dibuat dalam sistem pendidikan kita. Di internet ada jutaan materi makalah mengenai berbagai studi keilmuan.

Seorang dosen, peneliti, mahasiswa dan siswa semua pernah mendapatkan tugas rumah dari sang pengajar atau pembimbing untuk membuat karya ilmiah berupa makalah yang diberikan dalam bentuk individu maupun kelompok.

Menyusun makalah pekerjaan yang gampang-gampang susah, karena harus memperhatikan kaidah menulis makalah yang benar seperti apa. Tak gampang juga untuk menentukan sebuah tema makalah yang nantinya akan menjadi pokok permasalahan yang dibahas di dalam isi makalah.

Namun, setiap anak didik (pelajar) pernah salah dalam membuat makalah hingga harus merevisinya dan mengkonsultasikan kembali hasilnya kepada pembimbing. Kesalahannya pun beragam misalnya seperti menentukan kerangka pembahasan yang kurang tepat, ada kalimat rancu yang kurang dimengerti, atau membuat kalimat yang tidak to the point, format penulisannya salah,  bahkan menata kembali dari awal karena subjek yang akan dibuat serupa dengan makalah terdahulu dan masih banyak lagi rintangan yang mesti dilalui.

Apa pengertian makalah? Makalah adalah suatu uraian tertulis atau karya tulis yang membahas suatu masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut. Atau bisa dikatakan bahwa makalah merupakan suatu bentuk karya tulis yang memuat pemikiran mengenai suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makalah diartikan dalam dua pengertian yakni tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan; karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Sederhananya makalah itu karya tulis bersifat ilmiah yang pembahasannya difokuskan pada suatu masalah tertentu, telah melalui proses penelitian, observasi dan riset lapangan secara benar dan aktual. Pembahasan isi masalah dalam makalah berhubungan dengan suatu mata kuliah, atau bidang spesialisasi tertentu.

Cara-cara Membuat Makalah dan Persiapannya Apa Saja

Sebelum membuat makalah perlu melakukan beberapa hal dalam menyusunnya agar isi dan pembahasannya runtut sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah, berikut langkah-langkah dalam penyusunan makalah:

1. Siapkah Segala Hal yang Dibutuhkan Data, Referensi, Prasarana yang Lengkap

Pada tahap persiapan ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan makalah, yaitu:

Mengumpulkan referensi-referensi yang terkait dengan judul makalah yang akan dibuat.

Membaca buku-buku yang dijadikan referensi dalam penulisan makalah agar dapat membentuk kerangka rumusan masalah dan memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan judul makalah atau topik pembahasan makalah berupa landasan-landasan teori yang mesti dikuasai.

Mengembangkan kerangka makalah yang kompleks.

Pastikan laptop/PC yang kamu kenakan dalam kondisi sehat dan mempunyai memori cadangan yang dapat menyimpan semua data-data secara utuh, diluar memori internal laptop/PC.

Mempunyai koneksi jaringan internet yang stabil.

Mempunyai teman atau seseorang yang ahli dalam bidang yang ingin kamu teliti supaya nantinya bila sudah selesai membuat akan mendapatkan opini dan kritikan mengenai isi, kelengkapan dan isi pembahasan menjadi yang baik dan lengkap diluar supervisor kamu ya.

2. Penulisan yang sesuai dengan pedoman

Pada tahap ini merupakan kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi suatu perumusan masalah yang kompleks atau terisi. Hal ini dapat dilakukan melalui hal-hal berikut ini:

Mengkaji berbagai sumber yang didapat terkait dengan judul makalah.

Memperhatikan teknik penulisan dalam penyajian makalah.

Menguraikan intisari pemahaman penulis terhadap informasi yang dituangkan dalam makalah berdasarkan sumber yang didapat.

3. Pemeriksaan kelengkapan hasil tulisan

Pada tahap ini penulis melakukan pemeriksaan isi makalah terkait dengan ejaan, penggunaan kata, kalimat dan bahkan tanda baca sesuai dengan PUEBI yang baik dan benar. Tak lupa, untuk mengecek kembali apakah data ada yang masih kurang, penulisan yang masih typo, format penulisannya sesuai dengan pedoman dan sudah runtut struktur makalahnya.

4. Pahami Kerangka Makalah

Dikutip dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) bahwa menulis sebuah karya tulis disebut makalah jika memenuhi beberapa syarat berikut; makalah merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur kekinian dan bersifat ilmiah. Terdapat standarisasi dalam menyusun kerangka masalah yang benar dan valid.

Nah, ini dia susunan makalah yang harus penuhi di dalamnya terdapat:

Cover

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan

Bab II Pembahasan

Bab III Penutup

Kesimpulan

Saran

Daftar Pustaka

Lampiran

5. Cara Menemukan Masalah Penelitian dan Membuat Rumusan Masalah

Dalam makalah penelitian, mengenal dan merumuskan masalah dengan jelas adalah kunci utama dan termasuk yang paling menantang bagi peneliti. Makalah penelitian yang masalahnya tidak jelas dirumuskan akan menghasilkan temuan penelitian yang tidak logis. Perumusan masalah umumnya ditulis dalam bentuk kalimat tanya, paling sedikit dua rumusan masalah yang digunakan

Namun, adapula peneliti yang merumuskan masalah hanya memformulasikan hanya satu masalah atau lebih dari dua perumusan masalah bergantung pada objek yang diteliti. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perumusan masalah atau pertanyaan penelitian harus disusun secara efektif.

Mengingat pentingnya perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian, sampai harus memilih rumusan masalah tepat yang dapat menyatakan suatu masalah itu layak untuk diteliti lebih lanjut.

Penentuan masalah sangatlah penting dan berfungsi dalam menetapkan sebuah penelitian baru atau melengkapi hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya maupun memperbaiki penelitian karena landasan teori yang dipakai sudah direvisi seiring dengan perkembangan dunia pendidikan.

c. Kesalahan Umum dalam Perumusan Masalah

1) Konsep yang dibuat atau sudah disusun ternyata belum matang (immature)

Peneliti menemukan masalah ketika menelaah hasil-hasil penelitian sebelumnya dengan topik yang serupa dan tidak membahas teori dan konsep yang dipakai sehingga penelitiannya tidak mendukung oleh kerangka teoritis yang baik, kesulitan untuk meneruskan sampai pada kesimpulan.c. Kesalahan Umum dalam Perumusan Masalah

1) Konsep yang dibuat atau sudah disusun ternyata belum matang (immature)

Peneliti menemukan masalah ketika menelaah hasil-hasil penelitian sebelumnya dengan topik yang serupa dan tidak membahas teori dan konsep yang dipakai sehingga penelitiannya tidak mendukung oleh kerangka teoritis yang baik, kesulitan untuk meneruskan sampai pada kesimpulan.

2) Gagasan yang ditawarkan belum akurat

Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis untuk kedepannya.

3) Kurang memberi kontribusi untuk masa depan

Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah yang di lingkungannya.

4) Ketidaktepatan fenomena penelitian dengan metode analisis yang dipakai

Sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai dilakukan menggunakan metode analisis yang dipilih. Misalnya meneliti suatu fenomena yang dianalisis secara kuantitatif, padahal sebaiknya lebih tepat dilakukan secara kualitatif.

Adapun jenis-rumusan rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Jenis masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.

Leave a Comment