PANGAN TANPA MONOPOLI: Strategi Nasional Dan Daerah Membangun Gizi, Ekonomi Rakyat, Dan Keadilan Pasar

Pangan Tanpa Monopoli: Strategi Nasional dan Daerah Membangun Gizi, Ekonomi Rakyat, dan Keadilan Pasar Buku Pangan Tanpa Monopoli hadir sebagai kajian strategis dan reflektif atas tantangan besar sistem pangan Indonesia: ketimpangan akses, dominasi segelintir pelaku pasar, serta risiko monopoli yang menggerus keadilan sosial, kualitas gizi, dan kedaulatan ekonomi rakyat. Di tengah momentum kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), buku ini menegaskan bahwa pemenuhan gizi tidak dapat dilepaskan dari struktur pasar pangan yang adil, transparan, dan bebas dari praktik penumpukan kekuasaan ekonomi.

Berangkat dari premis bahwa gizi adalah hak dasar warga negara, buku ini memosisikan MBG bukan sekadar program sosial atau belanja negara, melainkan platform pembangunan nasional dan daerah. Platform ini dirancang untuk menghasilkan tiga dampak simultan: pangan yang adil, gizi yang berdaulat, dan ekonomi rakyat yang berdaya. Ketiganya saling terkait tanpa keadilan pangan, gizi akan rapuh; tanpa kedaulatan gizi, kualitas sumber daya manusia menurun; dan tanpa ekonomi rakyat yang kuat, rantai pasok akan kembali dikuasai oleh monopoli.

Melalui analisis mendalam, buku ini mengurai bagaimana praktik monopoli dan konsentrasi pasar dapat menurunkan kualitas menu gizi, meningkatkan beban fiskal negara, melemahkan keberlanjutan program MBG, serta menjadikan kebijakan publik kehilangan daya ungkit ekonomi. Sebaliknya, sistem pangan tanpa monopoli dipaparkan sebagai arsitektur pencegahan risiko, bukan sekadar wacana moral. Di dalamnya ditawarkan desain kebijakan konkret: multi-sourcing, multi-hub distribusi, transparansi harga dan margin, pembatasan konsentrasi kontrak, serta pengawasan berbasis data yang prediktif.

Buku ini juga menekankan peran strategis negara sebagai penjaga keadilan pasar, bukan pedagang terbesar. Negara hadir melalui cadangan pangan berlapis (nasional–daerah–komunitas), stabilisasi yang terukur, dan tata kelola pengadaan yang tidak menciptakan monopoli baru. Dalam kerangka ini, koperasi, BUMDes, UMKM, petani, nelayan, dan peternak ditempatkan sebagai aktor utama, bukan sekadar pelengkap, dengan dukungan pembiayaan, kelembagaan agregator rakyat, dan kepastian pasar.

Dilengkapi dengan pendekatan integrasi data sosial, gizi, produksi, dan distribusi, buku ini menawarkan model tata kelola MBG yang transparan, auditable, bankable, serta tahan terhadap penyimpangan dan rente. Integrasi data tidak hanya menjaga mutu dan konsistensi gizi, tetapi juga memastikan keadilan pasar dan penguatan ekonomi lokal berbasis bukti.

Pada akhirnya, Pangan Tanpa Monopoli merupakan rujukan kebijakan dan pemikiran strategis bagi pemerintah pusat dan daerah, pembuat kebijakan, akademisi, serta pelaku ekonomi rakyat. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat pangan bukan semata sebagai komoditas, melainkan sebagai instrumen keadilan sosial, pembangunan manusia, dan kedaulatan bangsa menuju Indonesia yang sehat, berdaulat pangan, dan berkeadilan pasar.

PANGAN TANPA MONOPOLI: Strategi Nasional Dan Daerah Membangun Gizi, Ekonomi Rakyat, Dan Keadilan Pasar
Penulis : Prof. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec., PhD., Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, M.M., Totok Sediyantoro, M.B.A., PhD
Editor : Raden Sartono, S.Si., M.M., dan Muh Zaidun Ardi, SH. M.H.
Layout : Tiara Viona Veronica
Cover : Dedi Kuswadi, S.E., M.Si.
Diterbitkan dan Dicetak Oleh:
Cipta Media Nusantara (CMN), 2026
Anggota IKAPI: 270/JTI/2021
ISBN:
xvi + 274 Halaman, 14,5 cm x 21 cm
Terbit Pertama Januari 2026

Harga: Rp125.00

Buku ini bisa di beli melalui link: Shopee  &  Tokopedia

Cek buku terbit lainnya di: https://ciptapublising.id/buku-terbit-2/

Leave a Comment