NILAI NILAI LINGKUNGAN HIDUP PADA PRASASTI TALANG TUWO

SEJARAH sudah mencatat bahwa kejayaan leluhur masyarakat bumi Sriwijaya adalah cerminan kearifan mereka dalam mengeIola alam semesta ini. Alam raya adalah guruku, kiranya menjadi slogan kongkrit bahwa semesta ini bukan hanya milik manusia, tapi punya semua makhluk yang hidup didalamnya. Prasasti Talang Tuwo yang dibuat semasa Dapunta Hyang, 684 M lalu, sudah berbicara secara lugas dan jelas tentang keserasian yang harus dibangun antara manusia dengan lingkungannya. Di saat segalanya masih serba asri, serba hijau, air yang mengalir jernih, hewan yang berkeliaran bebas, dan pepohonan yang masih berdiri gagah, Sang Baginda Sri Jayanasa sudah mencanangkan gagasan pembuatan taman. Sriksetra, demikianlah nama yang diberikan, sebuah taman yang tujuan utamanya adalah untuk kemakmuran semua makhluk. Apa yang digagas oleh Sriwijaya ribuan tahun lalu, diyakini kemudian memiliki relevansi strategis dengan kondisi kekinian.  Begitu banyak bencana terjadi, menghancurkan kehidupan, menggilas peradaban, semua adalah karena pengingkaran terhadap petuah para Puyang. Disinilah makna penting Prasasti Talang Tuwo yang memiliki relevansi terhadap apa yang terjadi belakangan ini.

Buku ini membahas semua itu, terutama nilai-nilai penting pada Prasasti Talang Tuwo yang bermuatan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Mengambil sudut pandang Komunikasi Lingkungan dengan menggunakan kerangka analisis wacana, diharapkan ini bisa menjadi sebuah pemahaman bagi kita semua bahwa leluhur sudah pernah mengingatkan itu semua. Sebagai. referensi ataupun sebagai pembuka wawasan yang berbedä, diharapkan buku ini bisa bermanfaat untuk siapa saja yang peduli dengan lingkungan hidup, baik itu penggiat lingkungan, pelaku kebijakan, mahasiswa, dosen, dan siapapun litu.
Semoga jadi kemaslahatan bersama.

Leave a Comment