Manusia dengan lingkungan alam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hampir semua ritme kehidupan manusia dipengaruhi oleh kondisi alam tempat mereka bermukim. Pada awalnya semua serba harmonis, serasi dan seimbang. Prinsip alam terkembang menjadi guru jadi ciri utama. Tatanan adat lahir dari memahami alam, hubungan sosial terbentuk karena menyesuaikan dengan karakteristik wilayah, dan mata pencaharian berkembang karena potensi alam yang ada. Semua adalah wujud dari bagaimana manusia memaknai alam disekitar mereka. Makna yang diberikan atas dasar saling menguntungkan, baik bagi manusia ataupun alam itu sendiri.
Buku ini adalah revisi dari buku edisi pertama (2017), dan merupakan hasil riset disertasi pada Program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad yang membahas tentang aktifitas masyarakat di puncak Bukit Barisan, keseharian mereka dalam memahami dan berinteraksi dengan alam. Riset yang kemudian melahirkan sebuah terminologi baru dalam ilmu komunikasi, yaitu Etnoekologi Komunikasi. Gagasan etnoekologi komunikasi sendiri dibahas dalam bab khusus pada buku ini.
Disajikan secara lugas, “nyastra”, namun tetap memperlihatkan identitas akademik, buku ini tentunya bisa bermanfaat bagi semua pihak, baik masyarakat umum ataupun kalangan akademik dari keilmuan komunikasi, ilmu lingkungan, Antropologi, Sosiologi, atau bidang ilmu lainnya.

