Masifitas digitalisasi tak bisa dihindari. Pandemi mempercepat proses tersebut. Ada yang gagap ada yang tanggap dengan perubahan revolutif ini. Bagi yang siap, kemunculannya menjadikan peluang untuk berkembang, sedang yang gagap, digitalisasi dianggap sebagai musibah. Perubahan ini lantas memunculkan kajian dan diskusi. Salah satu kajiannya dengan menganggap penting literasi digital dalam menghadapi automatisasi Literasi digital dinarasikan mampu menjembatani kesenjangan antara digital native, digital immigrant dan digital divide (kesenjangan digital), termasuk mengurangi terjadinya culture lag (kemacetan budaya) di tengah masyarakat.
Book chapter ini merupakan ikhtiar akademik dalam mengkaji, merefleksi dan mengkritisi literasi digital dan digitalisasi. Buku ini merupakan kompilasi artikel ilmiah pada acara workshop Digital Ethnography dan seminar kolokium bertajuk Dinamika Kajian Budaya di Era Media Digital yang dilaksanakan oleh Kelompok Bidang Keahlian Komunikasi Budaya dan Media Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang pada medio tahun 2021. Kehadirannya merupakan bagian dari diseminasi penelitian yang dilakukan penulis dari berbagai instansi pendidikan, sekaligus upaya silaturahmi gagasan. Buku ini diantaranya mengkaji tentang gambaran literasi digital guru, sekolah hingga level pemerintahan. Bagaimana inovasi dan digitalisasi dilakukan tak luput dari pembahasan pada buku ini, termasuk pula kesadaran merek pada media dan produk media serta bahasan lainnya dengan total 12 artikel. Gagasan ini merupakan wujud ikhtiar civitas dalam membedah tentang literasi digital bagaimana tren, tantangan dan peluang yang ada di Indonesia.

