“Aku tumbuh bukan dari kasih yang utuh,
tapi dari doa yang tak pernah berhenti diucapkan oleh mereka yang masih mau bertahan bersamaku.”
Ada luka yang tak terlihat, tapi tumbuh bersama waktu. Ayah kandung yang pergi tanpa pamit, meninggalkan janji yang tak pernah ditepati.
Ibu yang keras yang sering marah, emosinya meledak tanpa arah,
namun di balik suaranya yang tinggi, tersimpan hati yang lelah menahan segalanya sendirian.
Dan seorang ayah tiri yang hadir tanpa kasih bekerja untuk dirinya sendiri,
jarang tersenyum, dan tak pernah benar-benar menjadi rumah bagi siapa pun selain dirinya.
saya belajar bertahan di rumah yang penuh pertengkaran dan keheningan,
di mana tetangga hanya melihat apa yang ingin mereka lihat
menganggap semuanya baik-baik saja,
padahal di balik pintu itu, seorang anak kecil sedang belajar menelan tangisnya sendiri.
Namun di tengah semua itu,
ada dua sosok yang menjadi tempat berpulang: simbah dan kakek,
yang merawat dengan sabar,
yang mencintai tanpa syarat,
yang menambal luka dengan pelukan yang tak banyak bicara tapi selalu hangat.
Inilah kisah tentang tumbuh di antara badai,
tentang belajar memahami kasih dari arah yang tak terduga,
dan tentang langkah kecil seorang anak yang menolak menyerah,
meski dunia seolah tak memberinya ruang untuk bahagia.
“Aku bukan hasil dari siapa yang meninggalkanku,
tapi dari siapa yang tetap bertahan mencintaiku walau tanpa kata.”
Langkah di Tengah Luka
Langkah di Tengah Luka
Penulis : Anisa Zahrotul Shita
Editor : Pradina Anugrah Anggraeni
Layout : Pradina Anugrah Anggraeni
Cover : Nabilx
Diterbitkan dan Dicetak Oleh: Cipta Media Nusantara (CMN), 2025
Anggota IKAPI: 270/JTI/2021
ISBN :
vi + 74 Halaman, 14 cm x 20 cm
Terbit Pertama Desember 2025
Harga: Rp55.000
Buku ini bisa di beli melalui link: Shopee & Tokopedia
Cek buku terbit lainnya di: https://ciptapublising.id/buku-terbit-2/

