Apakah Anda pernah merasa ragu untuk membuka buku baru setelah menyelesaikan novel yang sangat berkesan? Pikiran Anda masih dibanjiri oleh alur cerita, karakter, atau akhir yang mendalam. Situasi ini dikenal sebagai book hangover, yaitu keadaan di mana pembaca masih terbawa oleh suasana buku meskipun cerita sudah rampung. Menurut Barnett, (2020) dalam tulisannya The Psychology of a Book Hangover menyampaikan bahwa book hangover adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kesulitan melepaskan diri dari dunia fiksi setelah menyelesaikan sebuah buku. Banyak pembaca bahkan merasa tidak tertarik untuk membaca judul lain karena masih terfokus pada cerita yang baru saja dibaca.
Fenomena ini bukan hanya sekadar rasa duka karena cerita telah berakhir, tetapi juga berkaitan dengan proses mental yang berlangsung selama membaca. Schramn, H (2015) menyatakan bahwa pembaca dapat merasakan kehilangan karena telah menjalin ikatan emosional yang kuat dengan karakter dan dunia fiksi yang diciptakan. Ia menambahkan bahwa perasaan kehilangan itu muncul karena pembaca merasa seolah kehilangan sesuatu yang berharga atau masih ingin terus mempelajari makna yang terkandung dalam buku tersebut
Lebih lanjut, menjelaskan bahwa pengalaman ini diperkuat oleh sebuah proses yang disebut emotional transportation. Ia berargumen bahwa saat terlibat dalam cerita yang menarik, pembaca dapat terbenam dalam dunia fiksi, sehingga perhatian, emosi, dan imajinasinya sepenuhnya terfokus pada perjalanan cerita. Akibatnya, setelah buku selesai, pembaca memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri kembali dengan kenyataan, karena selama membaca, mereka merasa benar-benar “hidup” di dalam kisah tersebut.
Fenomena book hangover dapat dipahami lewat gagasan hubungan parasosial. Menurut Horton dan Wohl (1956), hubungan parasosial adalah ikatan emosional sepihak yang terbentuk antara individu dan sosok media atau karakter imajinatif. Meskipun sosok tersebut bukanlah makhluk nyata, seorang pembaca dapat merasa seolah mereka mengenal karakter tersebut dengan baik, memahami sifatnya, bahkan merasakan kesedihan atau kebahagiaan yang dialaminya. Gagasan ini kemudian diperluas oleh Holger Schramm, yang menjelaskan bahwa hubungan parasosial merupakan salah satu bentuk keterlibatan emosional individu terhadap karakter media.
Dalam konteks membaca, penelitian oleh Liebers, N (2017) mengungkapkan bahwa pembaca mampu membangun hubungan parasosial dengan karakter dalam novel. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepuasan dalam membaca, perasaan terlibat dalam cerita (feeling of presence), dan relevansi narasi dengan pengalaman pribadi dapat meningkatkan kedekatan pembaca dengan karakter. Semakin kuat hubungan ini, semakin besar kemungkinan individu mengalami book hangover setelah cerita berakhir.
Walaupun seringkali dipandang sebagai fenomena yang menyulitkan pembaca berpindah ke bukulain, book hangover tidak selalu memiliki implikasi yang negatif. Pengalaman ini justru menunjukkan kekuatan sebuah buku dalam membangkitkan rasa empati serta mendorong introspeksi. Dalam beberapa situasi, pembaca tidak hanya merasakan kehilangan karakter, tetapi juga mulai melihat diri sendiri dan kehidupan dari perspektif baru setelah menyelesaikan sebuah karya sastra. Dengan kata lain, book hangover bisa jadi tanda bahwa sebuah buku telah memberikan pengalaman membaca yang berarti serta berpengaruh terhadap pembacanya.
Referensi:
Barnett, C. (2020). The psychology of a book hangover. Book Riot. https://bookriot.com/psychology-of-a-book-hangover/
Horton, D., & Wohl, R. R. (1956). Mass communication and para-social interaction: Observations on intimacy at a distance. Psychiatry, 19(3), 215–229. https://doi.org/10.1080/00332747.1956.11023049
Liebers, N., & Schramm, H. (2017). Friends in books: The influence of character attributes and the reading experience on parasocial relationships and romances. Poetics, 65, 12–23. https://doi.org/10.1016/j.poetic.2017.10.001
Schramm, H. (2015). Parasocial interactions and relationships. In G. Mazzoleni (Ed.), The International Encyclopedia of Communication. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781405186407.wbiecp006.pub2

