INTERVENSI KEBIJAKAN PENGELUARAN PEMERINTAH Subsidi Pupuk dan Kesejahteraan Petani di Pulau Jawa

Rp69.000

Description

Buku ini membahas peran kebijakan pengeluaran pemerintah dalam mendukung sektor pertanian, khususnya melalui program subsidi pupuk. Buku ini menguraikan bagaimana subsidi pupuk dirancang sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan input produksi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membantu mengurangi beban biaya yang dihadapi petani. Dengan mengambil konteks Pulau Jawa sebagai salah satu sentra pertanian utama Indonesia, pembahasan diarahkan pada hubungan antara kebijakan subsidi, kondisi produksi, dan kehidupan ekonomi petani.

Lebih dari sekadar membahas besaran dan mekanisme subsidi, buku ini melihat efektivitas kebijakan dari perspektif kesejahteraan petani. Berbagai aspek seperti akses terhadap pupuk, ketepatan sasaran, efisiensi distribusi, produktivitas, pendapatan, hingga tantangan implementasi kebijakan menjadi bagian penting dalam pembahasan. Kami harap, karya tulis ini dapat memberikan pemahaman mengenai sejauh mana intervensi pengeluaran pemerintah melalui subsidi pupuk mampu memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus menjadi bahan refleksi untuk mewujudkan kebijakan pertanian yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

INTERVENSI KEBIJAKAN PENGELUARAN PEMERINTAH: Subsidi Pupuk dan Kesejahteraan Petani di Pulau Jawa
Penulis : Widya Sylviana, SE., M.Si., Ph.D.
: Muhammad Rayhan Zidane Mas Alis, S.E.
: Prof. Dyah Wulan Sari, M.Ec.Dev., Ph.D.
: Wahyu Wisnu Wardhana, S.E., M.Sc.
Editor : Prof. Rossanto Dwi Handoyo, S.E., M.Si., Ph.D
Layout : Tiara Viona Veronica
Cover : Pradina Anugrah Anggraeni
Diterbitkan dan Dicetak Oleh:
Cipta Media Nusantara (CMN), 2026
Anggota IKAPI : 270/JTI/2021
ISBN:
x + 118 halaman, 15,5 cm x 23 cm
Terbit Pertama September 2026

Additional information

Weight03 kg
Dimensions23 × 15 × 2 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “INTERVENSI KEBIJAKAN PENGELUARAN PEMERINTAH Subsidi Pupuk dan Kesejahteraan Petani di Pulau Jawa”