Sering Tertukar, Ini Kata Baku dan Tidak Baku yang Perlu Diketahui

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan berbagai kata tanpa terlalu memikirkan apakah penulisannya sudah benar. Beberapa kata bahkan sudah begitu sering digunakan sehingga bentuk yang sebenarnya tidak baku terasa seperti bentuk yang benar. Padahal, penggunaan kata yang tepat penting terutama ketika menulis untuk keperluan resmi, seperti tugas, artikel, surat, maupun karya tulis. KBBI menjadi salah satu rujukan yang dapat digunakan untuk mengetahui bentuk kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia.

Apa Itu Kata Baku dan Tidak Baku?

Kata baku adalah kata yang penggunaannya mengikuti kaidah bahasa Indonesia dan dapat ditemukan dalam rujukan kebahasaan seperti KBBI. Kata baku umumnya digunakan dalam situasi resmi, sedangkan kata tidak baku lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau situasi informal (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2024).  Penggunaan kata tidak baku bukan berarti selalu salah dalam semua situasi. Ragam tidak baku tetap digunakan dalam komunikasi yang sifatnya santai dan akrab. Namun, ketika menulis untuk keperluan resmi, memilih kata baku dapat membuat tulisan menjadi lebih sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Tertukar

Beberapa kata berikut cukup sering digunakan dalam bentuk yang kurang tepat:

Kata BakuKata Tidak Baku
ApotekApotik
IzinIjin
PraktikPraktek
RisikoResiko
NasihatNasehat
KualitasKwalitas
AktivitasAktifitas
SistemSistim
SekadarSekedar
TeladanTauladan

Daftar tersebut bisa menjadi pengingat sederhana ketika menulis. Jika merasa ragu terhadap suatu kata, jangan hanya mengandalkan kebiasaan atau cara pengucapannya. Periksa kembali bentuk katanya di KBBI agar penggunaan kata dalam tulisan lebih tepat.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Kata Baku?

Kata baku lebih tepat digunakan dalam situasi yang membutuhkan penggunaan bahasa secara resmi, seperti karya ilmiah, artikel, surat resmi, laporan, dan berbagai dokumen formal. Penggunaan kata yang sesuai juga dapat membuat tulisan lebih mudah dipahami dan terlihat lebih rapi. Sementara itu, kata tidak baku masih wajar digunakan dalam percakapan santai atau tulisan yang memang dibuat dengan gaya informal. Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah sebuah kata baku atau tidak, tetapi juga situasi dan tujuan penggunaannya.

Jangan Hanya Mengandalkan Kebiasaan

Bahasa terus digunakan dalam berbagai situasi sehingga tidak heran jika ada kata yang bentuk tidak bakunya justru lebih sering terdengar. Karena sudah terbiasa menggunakannya, kita terkadang menganggap bentuk tersebut sebagai kata yang benar. Untuk menghindari kesalahan, biasakan memeriksa kata yang diragukan melalui KBBI. Dengan begitu, kita tidak hanya mengandalkan apa yang sering didengar atau digunakan, tetapi juga memiliki rujukan ketika menulis.

Mengetahui perbedaan kata baku dan tidak baku merupakan salah satu langkah sederhana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa. Tidak perlu menghafalkan semua kata sekaligus. Mulailah dengan kata-kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kalau masih sering tertukar antara izin atau ijin, praktik atau praktek, serta risiko atau resiko, jangan langsung menebak. Cek KBBI dan pastikan kata yang digunakan sudah tepat.

Referensi:

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2024). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan yang disempurnakan (EYD) edisi kelima. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Leave a Comment