“Larii! Terus lari secepat mungkin!!” seruan untuk ‘lari’ dari penduduk terus menggema di udara. Di belakang sana sudah banyak manusia tertelan lumpur. Azfar dan para penduduk kota lainnya terus berlari secepat mungkin, tapi apa daya, itu hanya sia-sia, lumpur itu mengalahkan kecepatan lari mereka. Tubuh Azfar dihantam lumpur, satu badannya sudah tertutup lumpur, tapi kedua tangannya terus ia angkat ke atas, mencari sesuatu agar bisa dipegang. Azfar terus berusaha, satu-dua kali wajahnya bisa terangkat ke permukaan untuk mangambil napas. Tiba-tiba tangannya merasakan sesuatu. Ya, ia akhirnya memegang sebuah papan yang lebar, mungkin bekas puing-puing rumah penduduk. Azfar segera memegang kedua papan lebar itu lalu menaikkan wajahnya ke permukaan. Ia belum bisa melihat karena matanya masih tertutup lumpur. Tangan kirinya mencoba menghilangkan lumpur yang ada di wajahnya, samar-samar ia melihat lumpur masih saja bergerak menelan apa saja yang dilewatinya. Langit sudah gelap, hujan mulai turun. Tak nampak cahaya setitik pun. Juga tak nampak biar satupun rumah atau bangunan lainnya berdiri, menyisakan rintik hujan dan kabar duka yang mendalam bagi semua warga kota Palu dan sekitarnya. “Tolong…. Tolong…. Ada orang di sana?!” Azfar berteriak sekeras mungkin, boleh jadi ada yang mendengarnya. Hingga akhirnya tim SAR menemukan azfar dan menolongnya.
Di tengah kekacauan dan kesedihan yang mencekam, takdir mempertemukan azfar dengan Aya Sofia, seorang relawan dari Manado yang penuh kepedulian dan kebesaran hati. Pertemuan itu bermula secara tidak sengaja, namun keterlibatan Azfar dalam membantu para relawan membuat hubungan keduanya semakin dekat. Meski berbeda latar belakang dan keyakinan, kehangatan Aya menjadi penghiburan di tengah luka batin Azfar. Perlahan, dari rasa simpati lahir ikatan emosional yang lebih dalam, hingga tumbuh benih cinta yang tak mereka duga. Janji pun terucap di antara keduanya untuk melanjutkan studi di kampus yang sama, membangun masa depan yang lebih cerah, dan menjaga cinta yang lahir dari reruntuhan tragedi. Mampukah azfar menjaga asa dan cintanya yang lahir ditengah likuifaksi? Temukan jawabannya dalam buku ini. Selamat membaca !
LIKUIFAKSI: Asa Dalam Titik Bencana
Penulis : Moh. Azan Arrahman, Suryadi
Editor : Made
Layout : Nabilx
Cover : Gilang
Diterbitkan dan Dicetak Oleh:
Cipta Media Nusantara (CMN), 2023
Anggota IKAPI: 270/JTI/2021
ISBN : 978-634-7419-00-2
viii + 304 Halaman, 14 cm x 20 cm
Terbit Pertama September 2025
Harga: Rp88.500
Buku ini bisa di beli melalui link: Shopee & Tokopedia
Cek buku terbit lainnya di: https://ciptapublising.id/buku-terbit-2/

