Buku ini disusun untuk memberikan informasi kepada parapelaku dan pemerhati usaha peternakan tentang gangguan reproduksi selama kebuntingan yang terjadi pada ternak dan cara pencegahan maupun cara penanganannya. Keberadaan buku ini sangat penting, karena memberikan dasar teori maupun ketrampilan yang dibutuhkan oleh peternak dalam melakukan diagnosa dan penanganan gangguan reproduksi selama kebuntingan. Kesehatan reproduksi pada ternak memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan peningkatan populasi ternak. Adanya gangguan reproduksi ternak ditandai dengan efisiensi reproduksi dan produktifitas yang rendah. Dampak adanya gangguan reproduksi dapat dilihat dari Service per Conception, Conception Rate, Calving Rate, Calving Interval, Days Open, dan Non Return Rate yang tidak memenuhi standar Efisiensi Reproduksi. Gangguan reproduksi selama kebuntingan ini salah satunya disebabkan oleh adanya infeksi mikroorganisme. Infeksi mikroorganisme dapat mengakibatkan terjadinya kasus abortus, pyometra, endometritis, kematian embrio, plasenta tertahan, kerusakan syaraf pusat dari fetus, dan lain-lain hingga menimbulkan kemajiran sampai sterilitas. Gangguan reproduksi selama kebuntingan pada ternak dapat menimbulkan kerugian para peternak dan secara nasional tentunya akan memperlambat laju peningkatan populasi ternak di dalam negeri. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengetahuan gangguan reproduksi selama kebuntingan sangat diperlukan agar dapat menegakkan diagnosa, memberi penanganan dan pencegahan dengan baik.
