Cara Menulis Jurnal Metode IMRAD

Jurnal tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, penelitian, dan penulisan. Jenis karya tulis ilmiah tersebut merupakan luaran dari penelitian ilmiah atau review literatur. Jurnal merupakan tulisan yang berorientasi pada bidang akademik. Jadi, pihak-pihak yang intens menggeluti jurnal adalah seputar mahasiswa, dosen, dan akademisi lainnya.

Seperti halnya buku nonfiksi, jurnal juga menjadi sumber referensi yang kuat. Sebagai contoh, mahasiswa banyak menggunakan jurnal sebagai referensi dalam menyelesaikan tugas harian. Begitu juga saat mengerjakan tugas akhir, maka jurnal yang diperlukan pun lebih banyak dan beragam mulai dari tema, metode penelitian, hingga tahun penulisan.

Tidak hanya memerlukan jurnal sebagai referensi dalam menyelesaikan laporan atau tugas akhir, biasanya mahasiswa juga harus membuat jurnal baru sebagai output dari penelitian yang telah dilakukan. Pertanyaannya, bagaimana membuat jurnal yang baik? Apakah sama atau berbeda dengan penyusunan tugas akhir?

Salah satu acuan yang digunakan dalam membuat jurnal yaitu metode IMRAD. IMRAD mencakup introduction, methods, result, dan discussion. Dalam bahasa Indonesia, unsur dalam IMRAD dimaknai sebagai pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan, baru kemudian diakhiri dengan penutup. Metode IMRAD merupakan acuan pembuatan jurnal yang sesuai dengan standar Scopus dan WOS.

Pertama dimulai dari judul. Hendaknya penulis membuat judul yang menarik dan provokatif. Maksud provokatif di sini adalah mampu menarik perhatian pembaca. Penentuan judul sangat penting untuk dilakukan.

Kedua yaitu abstrak. Perlu dipahami lagi bahwa abstrak bukanlah rangkuman dari isi karya, melainkan gambaran secara garis besar. Penulisan abstrak dimulai dari mencantumkan tujuan penelitian, disusul metode penelitian, dilanjutkan dengan temuan penelitian. Poin-poin tersebut tidak perlu dijelaskan, tetapi cukup dicantumkan ringkas saja. Pastikan untuk menambahkan kata kunci, dapat diambil dari judul atau kata penting lainnya.

Ketiga yaitu pendahuluan. Dalam menulis jurnal, bagian pendahuluan terdiri dari tiga subbab yang tidak tertulis. Maksudnya adalah ketiga subbab tersebut dijadikan serangkai dan membentuk paragraf. Ketiga subbab tersebut meliputi latar belakang, kebaruan penelitian, dan rumusan masalah yang nantinya akan dijawab pada bagian pembahasan. Latar belakang tidak perlu mencantumkan pengertian, tetapi langsung pada intinya, yaitu alasan yang mendasari penulis melakukan suatu penelitian.

Keempat yaitu metode penelitian. Dalam bagian ini, penulis perlu mencantumkan metode dan pendekatan yang digunakan beserta alasannya. Pengertian dari metode atau pendekatan yang diambil tidak perlu dijabarkan.

Kelima yaitu pembahasan yang merupakan pemecahan dari rumusan masalah. Jika memiliki satu rumusan masalah, maka setidaknya terdapat dua subbab dalam pembahasan. Begitu juga apabila rumusan masalah lebih dari satu, maka subbab yang dicantumkan harus lebih banyak. Isi dari bagian pembahasan hanya sedikit memuat teori dari sumber referensi, tetapi lebih dominan dari hasil penelitian yang dilakukan. Pembahasan merupakan jawaban dari peneliti yang diperkuat dengan sumber referensi.

Jika dalam pembahasan ingin mencantumkan gambar, tabel, skema, dan sejenisnya, maka wajib diberikan keterangan singkat serta penjelasan dalam bentuk uraian. Jika penulis ingin mencantumkan hasil wawancara, cukup dicantumkan sedikit saja dengan bahasa dari penulis sendiri disertai tanggapan terhadap hasil wawancara tersebut. Penulis dapat mencantumkan pernyataan setuju atau tidak terhadap hasil wawancara tersebut.

Terakhir adalah penutup. Penutup bukanlah rangkuman dari penelitian, tetapi jawaban singkat dari rumusan masalah yang telah dituliskan pada bagian pendahuluan. Penutup tidak diwajibkan memuat saran. Namun, jika diperlukan, bisa dicantumkan pada siapa saran tersebut ingin diberikan.

Leave a Comment