Saat menulis, baik itu artikel, cerpen, puisi, novel, maupun karya ilmiah, ada beberapa kesalahan penulisan yang sering kita temui. Kesalahan penulisan tersebut bisa terjadi karena penulis kurang fokus atau kurang memahami tata cara menulis dengan baik. Banyak jenis kesalahan penulisan yang sering terjadi dan berpengaruh terhadap isi tulisan.
Apakah tulisan kalian juga bernasib seperti itu? Semoga saja tidak. Namun, jika iya, maka kalian perlu melakukan evaluasi tentang kesalahan penulisan yang terjadi pada naskah kalian. Yang paling umum terjadi adalah penggunaan huruf kapital, tanda baca, serta kata baku yang kurang sesuai.
Huruf Kapital
Di mana seharusnya huruf kapital berada? Umumnya, kita mengetahui bahwa huruf kapital berada pada huruf awal nama orang, binatang, hari, bulan, judul, dan tempat. Namun, beberapa penulis masih belum memahami bahwa huruf kapital juga digunakan untuk mengawali kata panggilan atau sapaan.
Contoh:
– Pisang di atas meja sudah diambil Bu Ratna (benar)
– Sepatu kamu sudah dibereskan bibi Inah (salah)
– Koran itu sudah habis diborong bapak bermobil silver di sana (benar)
– Pecahan kaca itu sudah disapu Bapak petugas kebersihan yang sedang bertugas (salah)
Tanda Baca dalam Kalimat Langsung
Apakah kalian termasuk orang yang masih kesulitan dalam penggunaan tanda baca? Tanda baca yang paling penting dalam dialog adalah yang berfungsi untuk menunjukkan jenis kalimat (tanya, perintah, marah, dan lain-lain). Selain itu juga untuk memisahkan isi kalimat dengan kata sapaan. Coba perhatikan contoh di bawah ini!
– “Pak, apakah kopinya sudah diminum?” (benar)
– “Bu ikat pinggangku di mana.” (salah)
– “Bukunya kutaruh di rak Kak?” (salah)
– “Tolong ambilkan air segelas, Dik!” (benar)
Kata Baku
Nafas vs napas
Konkret vs kongkrit
Pondasi vs pondasi
Dari ketiga perbandingan di atas, kira-kira mana yang benar? Memang sulit untuk menghapal kata-kata baku. Oleh karena itu, kalian bisa menggunakan bantuan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) saat menulis, baik secara online maupun offline.

